TASBIH SECANG SUPER CUKUP DENGAN HARGA
@ Rp. 36,000,-/PCS
SUDAH ANDA MILIKI DAN DAPAT ANDA GUNAKAN SEBAGAI BEDZIKIR DAN SEKALIGUS SEBAGAI PENGOBATAN DENGAN MERENDAM PADA AIR HANGAT, ISNYA ALLAH ATAS IJIN ALLAH ATAS RASA IKHLAS DZIKIR ANDA DAPAT MEMBERIKAN WASILAH PADA KAYU BERTUAH YANG SATU INI SEBAGAI SARANA PENGOBATAN HERBAL TRADISIONAL
@ Rp. 36,000,-/PCS
SUDAH ANDA MILIKI DAN DAPAT ANDA GUNAKAN SEBAGAI BEDZIKIR DAN SEKALIGUS SEBAGAI PENGOBATAN DENGAN MERENDAM PADA AIR HANGAT, ISNYA ALLAH ATAS IJIN ALLAH ATAS RASA IKHLAS DZIKIR ANDA DAPAT MEMBERIKAN WASILAH PADA KAYU BERTUAH YANG SATU INI SEBAGAI SARANA PENGOBATAN HERBAL TRADISIONAL
Disebut Secang dalam bahasa Sunda, disebut soga dalam bahasa jawa . Pohon secang menyenangi tempat terbuka sampai ketinggian 1.000 m seperti di daerah pegunungan yang berbatu tetapi tidak terlalu dingin. Secang tumbuh liar dan kadang ditanam sebagai tanaman pagar atau pembatas kebun. Perdu atau pohon kecil, tinggi 5-10 m, batang dan percabangannya berduri tempel yang bentuknya bengkok dan letaknya tersebar, batang bulat, warnanya hijau kecoklatan.
Daun majemuk menyirip ganda, panjang 25-40 cm, jumlah anak daun 10-20 pasang yang letaknya berhadapan. Anak daun tidak bertangkai, bentuknya lonjong, pangkal rompang, ujung bulat, tepi rata dan hampir sejajar, panjang 10-25 mm, lebar 3-11 mm, warnanya hijau.
Bunganya bunga majemuk berbentuk malai, keluar dari ujung tangkai dengan panjang 10-40 cm, mahkota bentuk tabung, warnanya kuning. Buahnya buah polong, panjang 8-10 cm, lebar 3-4 cm, ujung seperti paruh berisi 3-4 biji, bila masak warnanya hitam. Biji bulat memanjang, panjang 15-18 mm, lebar 8-1 1 mm, tebal 5-7 mm, warnanya kuning kecoklatan.
Panenan kayu dapat dilakukan mulai umur 1-2 tahun. Kayunya bila digodok memberi warna merah gading muda, dapat digunakan untuk pengecatan, memberi warna pada bahan anyaman, kue, minuman atau sebagai tinta. Perbanyakan dengan biji atau stek batang.
Secara kesehatan tradisional kayu secang dapat mengobati berbagai jenis penyakit seperti diare, disentri, batu darah (TBC), luka dalam, sifilis, darah kotor, Muntah darah, berak darah, luka berdarah, memar berdarah; Malaria, tetanus, tumor, radang selaput lendir mata dll.
Bagian yang dipakai dalam pengobatan herbal tradisional adalah dari kayunya yang berwarna kuning muda, lantas kulitnya dibuang, dipotong-potong lalu dikeringkan.
Berikut beberapa tips sehat dengan kayu secang atau bisa dengan tasbih yang terbuat dari secang, sbb :
PEMAKAIAN:
Untuk minum: 3-9 g, direbus.
Pemakaian luar: Kayu direbus, airnya untuk mencuci luka, luka berdarah atau dipakai untuk merambang mata yang meradang.
CARA PEMAKAIAN:
1. Pembersih darah:
Kerokan kayu ditambah ketumbar dan daun trawas direbus bersama sama rebus.
2. Diare / mencret:
5 g kayu dipotong kecil-kecil lalu direbus dengan 2 gelas air bersih
selama 15 menit. Setelah dingin disaring, dibagi menjadi 2 bagian.
Minum pagi dan sore hari.
3. Batuk darah pada TBC:
1 1/2 jari kayu secang dicuci dan dipotong-potong seperlunya,
rebus dengan 4 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas, Setelah
dingin disaring, minum. Sehari 3 x 3/4 gelas.
4. Radang salaput lendir mata:
2 jari kayu secang dicuci dan dipotong-potong seperlunya, rebus
dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 1/2 gelas. Setelah dingin
disaring, airnya dipakai untuk merambang mata yang sakit.
5. Berak darah:
1 jari kayu secang dicuci dan dipotong-potong seperlunya, rebus
dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 1/2 gelas. Setelah dingin
disaring lalu diminum dengan madu seperlunya. Sehari 2 x 3/4 gelas.
SUMBER:Dari Berbagai Sumber






0 Tanggapan:
Posting Komentar